Archive for September, 2006

sisi lain KECERDASAN

Wednesday, September 27th, 2006

"Seorang yang cerdas adalah seorang yang mempersiapkan dirinya untuk kehidupan akhirat"(Rasullullah Muhammad SAW)

Malam pertama. Satu hal sebagai bahan renungan kita. Tuk merenungkan
indahnya malam pertama, tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah
semata. Bukan malam pertama masuk keperaduan Adam dan Hawa. Justru malam
pertama perkawinan kita dengan sang Maut. Sebuah malam yang meninggalkan
isak dan tangis  sanak saudara.

Hari itu …mempelai sangat dimanjakan. Mandipun…harus dimandikan.seluruh
badan kita terbuka.Tak ada sehelai benangpun menutupinya. Itulah sosok
kita. Itulah jasad kita waktu itu. Setelah dimandikan, kitapun kan
dipakaikan gaun cantik berwarna putih, kain itu jarang orang memakainya.
Karena bermerk sangat terkenal bernama”kafan”. Wewangian ditaburkan ke
baju kita. Bagian kepala, badan, dan kaki di ikatkan.
Tataplah…tataplah…itulah wajah kita.

Keranda pelaminan, langsung disiapkan. Pengantin bersanding sendirian.
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita. Diiringi langkah
gontai seluruh keluarga, serta rasa haru para handai taulan. Gamelan
syahdu bersyairkan  adzan dan kalimat suci, Akad nikahnya bacaan talkin,
berwalikan liang lahat. Saksi-saksinya nisan-nisan, yang telah tiba
duluan, siraman air mawar …pengantar akhir kerinduan. Dan akhirnya… tiba
masa pengantin  menunggu dan ditinggal sendirian. Tuk
mempertanggungjawabkan seluruh bait langkah kehidupan. Malam pertama
bersama KEKASIH. Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah. Dan ketika 7
langkah telah beranjak menjauhi pelaminan akhir kita, kitapun akan
ditanyai oleh sang malaikat. Kitapun tak tahu apakah akan memperoleh
nikmat Kubur? Ataukah kita kan memperoleh  Siksa Kubur… Kita tak
tahu…dan tak seorangpun yang tahu.

Tapi anehnya kita tak pernah galau akan sebuah rasa”ketakutan”. Padahal
nikmat atau siksakah yang kan kita terima, kita sungkan sekali meneteskan
airmata. Dan dia kekasih itu, menetapkanmu ke syurga, atau melemparkan
dirimu keneraka. Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga.
Tapi…,tapi…sudah pantaskan alunan gerak gerik sikap kita selama ini.
Untuk disebut sebagai ahli syurga?????

Saudaraku sebelum momen itu menjemput kita, marilah kita persiapkan diri
ini dengan sebaik –baiknya. Di bulan suci Romadhon ini, Allah melimpahkan
Rahmat, Magfiroh dan perlindungan-Nya dari api neraka. Sepatutnya kita
berlomba-lomba menggapainya. Dan menjadikan romadhon kita sebagai bulan
taqorrub ilallah.