Archive for July, 2006

surat cinta dan kado bahagia buat kebersamaan di samadaangi

Tuesday, July 25th, 2006

Assalamua’laykum Wr Wb.

Terahatur salam cintaku buat saudara-saudaraku sekalian, dimanapun jua kalian berada, bagimana jua keadaan kalian, apakabar semua anggota milis yang telah mencuri hatiku, apa kabar kebersamaan yang telah terpisah dari hari2ku, terasakah hangat disana? Semoga pedaran mentari menghangatkan jiwa2 suci dalam balutan rahmat-Nya, dan Semoga semua saudara-saudara ku selalu mendapat nikmat iman dan selalu mendapat lindungan dari Allah SWT, amiin" :), bagaimana raga hati kita, yang membuat hati kita semua beradu ditepi jendela menanti kabar, kehangatan dari sebuah kebersamaan yang indah, apakah semuanya seperti yang kurasakan pada suatu temu di bulan yang telah lalu.

Nafasku pada kebersaman dan cerita yang pernah kita lalui, tidak pernah terhenti, walaupun nadiku kan terhenti, tanyalah pada gulungan penangalan , tanyakan tentang samadaangi, apa yang penanggalan tahu hanyalah tentang kerinduan dalam okestara samadaangi, tentang cinta dan ukhuwa seraga nyawa yang bersua dalam temu kebersamaan yang tidak berdahulu, tanyalah bulan, betapa setiap kali ia terlihat, pasti samadaangi kan terungkap, tanyalah pada manusia, setiap munajat cinta,baik prosa dan puisiku pasti ada sebicis aksara samadaangi yang kuselip bersama.Lihatlah kepada suatu kirmizi dilangit, samadaangi akan melihat sepucuk mailku terbangkan malalui bilangan biner dalam angina jaringan cyber maya,kutulis dilayar monitor yang tak pernah wujud, kuukir dengan dentingan tuts2 keyboard dari tinta sumur perasaan yang terdalam,lalu kusampul dengan jejari yang bermain lagu samadaangi pada setiap rindu.arkian. kuhembus nafas dalam bahasa batinku, dengan nama samadaangi tertulis disana, ia terbang bersama ianya harus terbang dan berlabuh

Hari ini,sejumput kabar menjadikan ia sesuatu untuk dihargai,kabar bahagia dari saudariku( buat fadlun dan intan yah ) yang telah menemukan pangerannya, untuk sebuah kepenuhan jiwa, semoga setiap helai waktu yang menggulung dalam persiapan yang telah diberikan oleh Allah secara utuh dapat melayarkan perahu yang akan kalian tumpangi nanti terjalin dalam ridho-Nya kelak, dan kepenuhan yang ada hanyalah penguat dalam melangkah, membela jalan menuju ridho-Nya, semoga saudari2ku bisa menjadi penyejuk hati pangeran kalian, yang akan menjadi pemimpin kalian. Untuk saling menguatkan hati, jiwa dan segala yang mudah lemah demi surga-Nya…berat yah saudariku, tapi Insyaallah ia yang menyatu tidak salah asal kan niat di hati setulus budi melakar perasaan dan gerak –gerik.Allah Maha Mengetahui, segalanya tentang mimpi kalian tentang temu kalian serta tentang akhirnya kalian.

Maaf saudariku, dan saudaraku yang lain.Aku tidak pandai bermain kata, mungkin aku bisa menulis sesuatu yang indah seperti bicara mereka, tapi zahirnya aku hanyalah seorang wanita akhir zaman, kumeluah dengan irama dan kekata. Dan mungkin semuanya pun tahu

Dan kuselipkan dalam do’aku semoga bahtera rumah tangga yang akan kalian jalani menjadi rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah.
Dalam percikan cahaya yang utuh, dengan cinta semoga Allah memudahkan niat yang ada.

Duhai Illahi…
Bantulah mereka meniti langit-Mu
Mencintai-Mu utuh…
Bismillah
Barakallahu lakum
Saat Allah meletakan kalian dalam sebuah ruangan lain yang bersih dan suci, diiringi lantunan indah para malaikat, dan keberkahan sunah baginda tercinta

Semoga Allah memudahkan untuk semuanya
Saudara-saudaraku, semoga hari2 kalian berkah, mail ini hanyalah simponi siang kalian , yang moga-moga bisa merekatkan kembali kebersamaan kita semua.
Penuh cinta untuk kalian semua karena Allah:)

Wassalamua’laykum Wr Wb

persembahan cinta untuk para kafilah an-nar dan an-nur

Sunday, July 23rd, 2006

Assalamua’laykum Wr Wr

Untuk para kafilah an-nar dan an-nur,
terhatur salam cintaku pada kalian semua, diseantero persada dunia,
bagaimana jua keadaan dan kabar kalian yang telah mencuri hatiku…
kaifa halukah ? yang merengut sadarku sekaligus jiwaku, kalian bak magnit menarik ku berkumpul bersama dalam parade cinta, yang hati kita semua beradu dalam penegakkan panji-panjiNya

duhai para kafilah cinta…
yang senantiasa berlomba dalam parade mulia,
yang berusaha membakar racun-racun tsaqofah asing dalam diri kaum muslimin atas bius panjang dalam kebekuan dan kelumpuhan identitas sejati mereka
dan …
yang berusaha menerangi mereka dengan lentera Islam
yang dihatinya dipenuhi rasa cinta kepada Allah dan Rosul-Nya
yang sel-sel itu bersunting jiwa-jiwa mukhlisin bergeliat menyantuni kesadaran umat

duhai para kafilah cinta…
yang diri kalian teraliri ayat-aya cinta-Nya
yang sepak terjang kalian menarik cintaku untuk menoreh kekata
sebagai bentuk persembahan indah atas nama cinta putihku karena-Nya,
dalam goresan jejak irama as sibaq kalian dan…
yang telah mendentingkan jejari pada tuts-tust keyboard mendendangkan lagu kalian pada setiap rindu,
yang ingin selalu kuluahkan cinta pada kalian semua.
yang kuukir dengan pena dari tinta sumur perasaanku yang terdalam
kusampul semua cinta dalam hembusan nafas bersama munajat cinta,bersama kafilah kalian perniagaan kita hidupkan dalam laju menit yang menggulung langkah kita,pergi kemana kita harus pergi…

nafasku pada cerita kebersamaan kita ,tidak akan pernah berhenti,walau nadiku kan terhenti.
hari ini duhai kafilah cinta,para pencinta sejati, menjadikan parade mulia kita sebagai sesuatu yang di hargai. harga sebuah perniagaan cinta yang tak salah ,asalkan niat dihati setulus budi melakar persaan dan gerak-gerik.

kita punya Dia…
Dialah Allah, Allah tidak buta, Dia Maha segala -Nya
Dia mengetahui yang tersulam dalam jiwa-jiwa kita, tentang mimpi-mimpi perjuangan kita,tentang temu kita dan tentang akhirnya kita.

persembahan cinta dari zahirnya seorang rebelita ,yang dia hanya wanita biasa wanita akhir zaman yang berharap menjadi Srikandi perjuangan cinta-Nya dan tergadai oleh Makar-Nya

Wassalam

::kamilah::

membaca laut

Wednesday, July 19th, 2006

sebelum ku berkelana ribuan kilometer, menembus tras waktu

menyunting impian, dan aroma senja belum tenggelam diperaduannya,

mengajakku bermain kekata sejenak dalam imajinasi dunia pesisirku,menggores kenangan diatas pasir putih,sebagi jejak cinta
walaupun tanpa undangan cinta,aku tetap hadir layaknya laut yang datang dengan setia dalam tangkup rindu jejak para kelana
untuk membilas kekata yang kuburah dipasir putih, ia hilang dalam kelam seiring malam menyalimi perpisahan pada senja.
biarlah kelu, desah dan rasa yang zigzag dapat luruh di laut yang luas,berbeda warna rasa, namun ada pesona disana, kala derap langkah melintasi pesisir,mencumbui bayu laut, seperti biasa akupun membaca, membaca dirimu…………

tapi 17 juli kemarin bacaanku tersedat di ujung eranganmu,walau masih kuhirup wangi disana namun anatomi geliatmu membuat saudara-saudaraku dipesisir lain disana terluka aku pun membaca beritamu di media cetak

dan aku tergugu untuk merenungi ribuan aksara cinta dan bahasa tubuhmu yang terkadang datang dalam isyarat yang berbeda

menggulung, rata, dan hancur yang tersisa hanya puing-puing pesisir dalam "duka"

:tsunami padalarang dan jawatengah

Al-Houf

Saturday, July 15th, 2006

dudukkan jiwa dalam ketawadhuan

kecapan salam pembuka menjembatani ujung tujuan

simak setiap aksara pada pacuan majelis dhuha

benamkan semua rasa dalam suntingan cinta

tercium semerbak manifestasi CINTA pada tunduk sejati

jabaran ayat-ayat cinta pada lembaran - lembaran kitab

menukik tepat dijantung untuk memburahkan raga dan jiwa

pada keharusan untuk takut Pada Illahi

agar gulungan detik berwujud kesuksesan Negeri Abadi

dalam keadaan terang-terangan atau tersembunyi

kekata merebah diujung pertemuan para kekasih …

Sunday, July 9th, 2006

kutarik jiwa menepi
pada garis batas raga
irama buliran-buliran merah
yang mengaliri peta anatomi tubuh
seakan ikut surut
tak senada bersama terik
yang semakin memuncak
yang ada hanya symponi bisu
diantara gemeretak rasa sepi

kubius seutas raga pada alas bumi

dengan salam pembuka di ujung katupan mata

"cumbulah liukan pekat bawa sadarmu,walau pulas tak mesra lagi"

walau bahasa rebah hanya sejenak,tapi hadirnya membuatku terbilas

dan telah kutuntaskan rebah pada erangan bayu,kusempurnakan akhir geliatku

pada detingan kotak dipojok tembok

bahwa kini telah masuk waktu, untuk jiwa ini kembali tersungkur

pada pertemuan yang dinantikan para kekasih

Ya Allah aku datang menghampirimu, dalam gumulan rindu panjangku

kekata pada dzuhur:untuk sehelai irama kesempatan
kamil/pojok lab 070706