hari ini,
mentari menanjak tinggi
membakar senarai kisah yang pernah tercipta
bersama sisa mentari,menyalami sore yang hampir tiba
abu pembakaran itu tersimpan dalam kepingan-kepingan cd
biarlah ombak laut hanyutkan kepingan cd disetiap goresan cerita
walau kisah itu pernah hadir disudut hati
hingga, masa itu hadir kala kita harus berhenti mencintai seseorang
bukan karena orang itu telah berhenti mencintai kita, tapi karena kita
telah mengetahui bahwa mereka akan lebih bahagia bila kita lepaskan
bersama kisah dua tetes air mata kuselipkan,
menuai hikmah, menempa jiwa…
dua tetes air mata mengambang di atas air kehidupan,
satu tetes berkata kepada yanglain,’aku adalah setetes airmata
dari seorang gadis yang mencintai seorang pemuda dan kehilangannya’.
‘kamu siapa?’ yang pertama lalu bertanya kepada yang kedua.’Aku adalah
setetes air mata dari seorang gadis yang mendapatkannya,’jawab yang lain.”
dan,
tak harus tertawa atau menangis,
ketika terluka melihat kebelakang dan takut melihat kedepan
maka lihatlah kesebalahmu, dan sahabat terbaikmu akan ada disana
debur-debur laut seakan lebur,menyatu dengan satu babak kisah yang telah ditanggalkan
dari penghujung kawah-kawah cahaya, gembirkan wajah di setiap pelangi asa masa depan
kekuatan karib sejati senantiasa menjadi penyiram hati,yang setia mengiringi setiap langkah,
karena karib itu bernama Al-qur’an’ tak lelah membimbing
untuk meraih semua kebaikan’
mengangkat kedudukan untuk menjadi mulia dan mulia,
janji terikrar diantara karib sejati
bahwa kekuatan itu ada diantara kebersamaan yang tercipta siang dan malam
bukan hanya dibaca, kedalaman akan menjasad bila dihafal dan diamalkan
hingga sisa pusaran waktu menempa agar menjadi sebaik-baik generasi khalaf
hingga denyut cinta mengalir indah bersama ketetapan-Nya
[220905]
indahnya manakala bisa membahagiakan jiwa-jiwa terkasih,diakhir desahan nafas yang kian renta