SAMBUTAN AWAL MUHARRAM 1429H

January 24th, 2008 by ayatcinta

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Segala puji milik Allah.
Dialah Zat Mahakuasa. Dialah yang menurunkan al-Quran dan mengutus
Rasulullah saw sebagai pemberi kabar gembira, kabar peringatan, penyeru
ke jalan Allah, laksana matahari yang terang benderang.

Saudaraku,
kini kita ada di awal Muharram, awal tahun 1429H. Setiap kita berada di
awal tahun hijriyah, yang kita selalu ingat adalah hijrah sebagai
peristiwa fenomenal yang dilakukan Rasulullah dengan sahabat. Dalam
suasana hijriyah, pertama kali kita perlu berintrospeksi. Sudahkah kita
bersyukur atas nikmat-nikmatNya? Sudahkah kita mentaatiNya? Ataukah,
masih ada sikap membantah pada Allah Zat Maha Hebat?
Dia Telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata (TQS. An-Nahl:4).

Bagaimana
sikap kita selama setahun ini terhadap anak kita, isteri kita, sahabat
kita, rekan kita, tetangga kita, para pelajar dan karyawan kita, serta
umat kita? Sudahkah kita bersikap terhadap mereka sesuai dengan hukum
Allah? Bagaimana sikap kita selama setahun ini, apakah sudah penuh
dengan ketaatan kepada-Nya ataukah justru di sana sini terdapat
kemaksiatan dan sikap abai yang dilakukan?

Saudaraku, setan
memang musuh kita yang terus menggoda. Ketika kita tergoda hendak
bermaksiat, ingatlah: ”Dia (Allah) mengetahui (pandangan) mata yang
khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati” (TQS. Al-Mu’min:19);
”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya
malaikat pengawas yang selalu hadir” (TQS. Qaf:18). Ketika kemalasan
untuk mentaati Allah SWT datang, ingatlah kelak saat nyawa meninggalkan
raga, ingatlah saat kematian tiba: ”Dan dia yakin bahwa sesungguhnya
itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dengan
betis (kanan), kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau” (TQS.
Al-Qiyamah: 28-30). Ketika muncul keinginan untuk mengabaikan hukum
Allah Zat Maha Perkasa, ingatlah segera: ”Sehingga apabila mereka
sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi
saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan” (TQS.
Fushilat:20). Ketika terbersit dalam dada kita untuk melakukan
kesalahan, ingatlah orang-orang berdosa saat menerima catatan amal akan
berkata: ”Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan
yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya;
dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan
Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun" (TQS. Al-Kahfi:49). Ketika
ketaatan kepada Allah akan menyurut, ingatlah akan adzab neraka yang
demikian dahsyat, dan hari itu adalah ”hari (ketika) seseorang tidak
berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada
hari itu dalam kekuasaan Allah” (TQS. Al-Infithar:19). Dan ketika
terlintas untuk bermaksiat kepada Allah, ingatlah dosa dapat menghambat
datangnya taufik, tercegahnya ilmu dan rizki, sempitnya hati, hilangnya
rasa malu, menghalangi kedekatan dengan Allah SWT, yang muaranya
terputuslah pintu-pintu kebaikan dan tersambunglah ia dengan
sebab-sebab keburukan. Na’udzubillah min dzalik.

Di awal tahun 1429H marilah kita simak sabda Nabi SAW.  Usamah bin Zaid berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

Seseorang
didatangkan pada hari kiamat lalu dicemplungkan kedalam neraka,
keluarlah usus-usus perutnya, dia berputar dengan ususnya itu seperti
keledai berputar mengelilingi penggilingan. Dikumpulkanlah para
penghuni neraka kepadanya. Mereka pun berkata, ‘Wahai fulan, apa yang
terjadi denganmu, bukankah engkau menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah
dari berbuat munkar?’ Orang itu pun menjawab, ‘Dulu aku memerintahkan
berbuat ma’ruf tapi aku tidak melakukannya, dan aku melarang berbuat
munkar tapi justru aku melakukannya’ (HR. Muslim).

Dari Jundub
bin Abdullah al-Azdi ra, sahabat Rasulullah saw, berkata: ’Permisalan
orang yang mengajari kebaikan kepada masyarakat tapi melupakan dirinya
sendiri (hingga tidak berbuat kebaikan) laksana lilin yang menerangi
masyarakat sambil menghancurkan dirinya’ (Riwayat Ath-Thabrani).

Kedua,
saudaraku, kita harus ingat akan hijrah itu sendiri. Setelah Rasulullah
membina sahabat dan masyarakat, terbentuklah orang-orang yang
berkepribadian Islam. Cara berpikir dan bertindaknya didasarkan pada
syariat Islam. Merekalah generasi terbaik umat ini. Perjuangan pun
terus berlanjut, hingga berdirilah masyarakat Islam di Madinah dengan
hijrah. Para ahli sejarah menyebutnya sebagai negara Islam pertama.
Mereka berpindah bukan untuk mencari makanan atau mengumpulkan harta
kekayaan, melainkan untuk menyelamatkan keyakinan, akidah, dan
ketaatan. Rasulullah ditawari harta, jabatan, dan wanita. Tapi, beliau
tidak menggubrisnya. Mereka berhijrah demi tegaknya syariat. Cuaca
sangat panas, tanpa kendaraan. Peluh memenuhi sekujur tubuh tak
dipedulikan. Perjalanan sepuluh hari sepuluh malam mereka lalui dengan
kesabaran dan keyakinan akan kemenangan. Ketakutan, kelelahan, dan
kegetiran justru makin menumbuhkan semangat kemenangan. Bukit dan
lembah mereka lewati, kabilah-kabilah yang merompak dan merampok mereka
hadapi. Harta, perdagangan, kebun, ternak, dan kampung halaman mereka
tinggalkan. Hati dan jiwa mereka diliputi oleh kerinduan akan ridlo
Allah SWT. Mereka telah menjual dirinya untuk Allah. Mereka serahkan
segala yang ada dalam dirinya hanya demi taat kepadaNya. Itulah ruh
hijrah. Allah menegaskan:

Dan di antara manusia ada orang yang
mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha
Penyantun kepada hamba-hamba-Nya (TQS. Al-Baqarah:207).

Saudaraku,
saat itu, kaum Kafir Makkah membayangkan mereka bisa menggiring Islam
ke pojokan, menghambat gerakan Muslim pengemban dakwah, dan menghabisi
Islam dalam waktu singkat. Mereka lupa bahwa kekuatan Allah tiada
banding:
Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu
daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau
orang-orang kafir membencinya. Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan
membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas
segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci (TQS. Ash-Shaff:8-9).

Ketika
realitas menunjukkan kaum kafir mengepung mereka dari kiri dan kanan,
muka dan belakang; datanglah kaum munafik menebarkan rasa takut,
mengobral keraguan, menanamkan sikap pesimisme dan inferioritas. Namun,
hal tersebut justru makin menambah keimanan dan gelora semangat
Rasulullah dan para sahabat sambil menyatakan: "Cukuplah Allah menjadi
Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung." Allah SWT
mengabadikannya dalam firman-Nya:

(Yaitu) orang-orang (yang
menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang
mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk
menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu
menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi
Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung." (TQS. Ali
‘Imran:173).

Momentum hijrah adalah momentum keberhasilan.
Hijrah merupakan kemenangan nyata umat Islam setelah mereka diliputi
ketakutan dan kehinaan. Hijrah merupakan titik tolak terbentuknya
masyarakat Islam, mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya.
Didalam hijrah terkandung ruh cita-cita, kemuliaan, kekuatan, dan
kemenangan.

Akhirnya, marilah kita berhijrah menuju kebenaran,
berhijrah menuju cahaya Islam, berhijrah menuju ketaatan. Marilah kita
berhijrah membentuk masyarakat Islam yang individu, kelompok, dan
negaranya menerapkan Islam secara kaffah. Tinggalkan sekulerisme,
kapitalisme, liberalisme dan hukum buatan manusia lainnya diganti
dengan syariah dibawah naungan Khilafah.

Marilah, momentum
awal tahun hijriyah ini kita jadikan sebagai momentum untuk menjadikan
diri kita sebagai kekasih Allah yang benar-benar berjuang di jalan-Nya.
Jalinlah soliditas internal atas dasar kasih sayang dan ketaatan.

Saudaraku,
tantangan yang dihadapi di tahun ini, tentu lebih besar daripada
sebelumnya. Namun, yakinlah kita akan berhasil. Ingatlah, Allah SWT
telah berjanji untuk menolong dan memenangkan orang-orang beriman.
Allahu Akbar!

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

1 Muharram 1429H/9 Januari 2008

sound of longing…

September 27th, 2007 by ayatcinta

bisikan rindu….

sehelai tarikan isyarat jiwa
kemanakah kemudinya
penat dan  jumud melingkari aroma kelana
bisikan syahdu menjemput
aku pulang…
pulang
ke satu rindu dan hati
yang pernah terbenam pada usia tunasku
dentingan-dentingan itu
menarik telinga sadarku
adzan itu menemaniku dalam sepi
aku rindu
tapi rindu ini, bukan tersemat hanya dihatiku dan milikku semata
tapi milik semua hamba perindu
wahai bisikan rindu
panggilah aku
ikat azzamku
tunjukan aku
dimana kulabuhkan dan kutuntaskan rindu ini?
benamkan rindu pertobatanku
dalam sahutan rayuanmu
aku mau mendongak pada-Nya
agar tak bergeming simpuhku
dibawa lengkungan jalan cahaya fajar
agar tak tergoyahkan tundukku
beratap gemintang
di pendapa pasebanMu.

kukidungan irama kata,melantunkan do’a2 untuk mengokohkan azzam sebuah keputusan tepat
pertobatan seorang saudara atas sebuah kehidupan adalah kematian.

ku semaikan pesan cinta kekasih-Nya
Rasullulah SAW. bersabda :
" Allah rihdo kepada  dua orang lelaki salah seorang darinya membunuh yang seorang lagi namun kedua-duanya dimasukan ke dalam Surga.
Para sahabat bertanya:
Bagaiman bisa terjadi wahai Rosulullah? Nabi menjawab :
Seseorang yang ikut perang pada jalan Allah lalu beliau mati syahid, kemudianorang yang membunuh tadi telah bertoubat dan allah menerima taubatnya. Setelah memeluk Islam beliau juga turut keluar berperang pada jalan Allah,kemudian beliau juga mati syahid" (HR. Bukhari,Muslim)

okay deh kk ku, bertaubat lebih hebat ketimbang berlama2 dikondisi lama yang membenamkanmu pada jumud dan berbuat maksiat dihadapan-Nya, mila yaqin 1000% insyaallah kk bisa deh:), untuk kembali pulang pada-Nya.

kupinta maaf mu untuk kata yang khilaf
wassalam

surabaya,embedded controller laboratory
23 maret 2006

sin…, sa’ban 7

August 19th, 2007 by ayatcinta

sin…, sa’aban 7
ra’…, rembulan berwujud sabit menggelantung di plataran langit
ta…, tengadah tatap harap pejuang-pejuang cinta sejati
tsa…, Allahuma tsabbitnii waj’alnii haadiyam mahdiyyaa.
Alif…, Allahuma…
mim…, muhammad pembawa risalah cinta, penabuh gederang semesta alam,
awan gelap sirna, jelaga gulita berpamitan
jiwa-jiwa suci sumringah
7 lapis langit, 7 lapis bumi merona menanti sang rembulan, penghulu para bulan
sambutlah romadhon
semailah syariah-Nya
sambutlah khilafah
seindah mentari, disanalah kita semua melanjutkan kehidupan Islam
3 kata magis penutup bab kemenagan…
semua…
BERKAT PERTOLONGAN ALLAh
Allahu Akbar!!!
-saatnya khilafah memimpin dunia-

awal dari 18

August 7th, 2007 by ayatcinta

   

18
awal kabar di kirimkan
18
kepentingan dijabarkan
18
berbalas saling melapangkan
18
dua saudara bercerita
18
keduanya saling belajar ma’rifat
hingga….
18
epilog hidup dikisahkan
18
watak jiwa dijabarkan dalam sekelumit kisah
18
dua saudara mencoba mengerti
18
seusai keduanya berfikir amat
18
janji persaudaraan terjalin disana
18
memotivasi langkah dalam kebenaran sejati
18
dalam langkahnya ada riak-riak
18
terjegal dalam ego masing -masing
18
kedua saudara terjaga
18
dalam jiwa berbalut kerendahan hati
18
dua saudara tersadar
18
menjadi mulia
18
harus saling memaafkan
18
keduanya pun saling bermunajat
18
berdoa yang teramat sangat
18
mengharap berkah
18
agar disetiap langkah saudaranya
18
seantiasa ….
Ya Allah bakarlah hatikami untuk merinduiMu
Buanglah cita -cita selainMu didada kami
Ya Allah kuatkan tangan kami mengepal membela syariahMu
Ya Allah tegakkan kaki kami menjemput kebaikan dan syahadah
Ya Allah alirkan darah perjuangan bagi AgamaMu di raga ini
alirkan nafas kesucian dan iffah diseluruh raga ini
18
kedua saudara saling mengIKHLASkan langkah
18
selamat jalan saudara ku
18
temukanlah sejatinya kebahagian hidupmu
Ya Arhamar Rahimin
Engkaulah Dzat Yang Maha Penyayang
sayangilah kami semua Ya Rabb
KepadaMu semata kami memohon
berpisah….
karenaMu
didalamMu
agar kami temukan sejatinya jiwa
untuk meraih RidhoMu

friday,6 agust 2004
MiZuKi

idealisme di jambak……….

July 30th, 2007 by ayatcinta

Fuihhhhhhhhhh,
sinyal senja menjambak idelisme"pengilmu"
gasebo jadi saksi perenangan kata menuju"MATERI"
skandal kreativitas!!!
semuanya terpasung di negara KAPITALISME
untuk sebuah karya kreativitas anak umat

 

Apa makna
waktu jika semua untuk uang?

Apa makna kerja jika semua untuk modal?
Keduanya adalah dusta masyarakat

kota

—————————————————–cut
Andai…
ia ada disini
Andai…
kita bisa menikmati
Dunia dimana kita tak perlu lagi HAKI
Dan semua orang terinformasi,
andai sekali lagi andai!
ini tak hanya manifestasi ilusi
tapi suatu visi yg akan kita jalani bersama…
SEGERA!!!

manifesto :ilmu

June 19th, 2007 by ayatcinta

ilmu……
ilmu itu teman akrab dalam kesepian
sahabat dalam keterasingan
pengawas dalam kesendirian
petujuk jalan kearah yang benar
penolong disaat sulit
dan simpanan  setelah kematian..

semoga kita bisa memintal helai-demi helai ilmu yang berkah dan bermanfaat buat izzul islam wal muslim

kala al -lail bergulir….

June 19th, 2007 by ayatcinta

kala al-lail bergulir,18 juni ‘07
kulantunkan surat al-lail
untuk menyapa malam nan berkah,
matapun meluruh lepas,
pada rintik yang merembesi semesta,
menekuri desau angin malam,
yang menyuburkan rindu di hati,
kusimpan dalam lautan cinta rindu ini,
yang merenangi detik demi detik
yang akan melabuhkanku dalam rinai tahajut cinta
ijinkan hamba gerimiskan jiwa
pintakan sejuta asa yang tersurat
dalam munajat untuk memanah cinta diatas cinta
dawai-dawai akordion lail berdendang
mengakrabi kelembutan gulita
mengantarkan keperaduan dan biarkan angin mendongengkan untukku
dan..
tak,tik,tuk,tek,tok pegas  mengayuh  riang
sambil memacu angka
menemaniku, membawaku melintasi batas dimensi tak terbatas
melesatkan kerinduan ditaman manusia-manusia malam berhimpun cinta arasy
dalam pagelaran cinta dan rasa tak terjemahkan
diatas hamparan sajadah panjang  kolong langit
membangun lapis-demi lapis bata-bata di jiwa
untuk sebuah proses menjadi "hu’ur" yang bercaya karena taqwa semata

:: Illahi, bimbing hamba dipelataran langit-Mu hingga terjerembab kedalam Jannah-Mu, dengan ridho dan rahmat-Mu.

overnight::think of…

May 30th, 2007 by ayatcinta

/night 1/
menoleh dipersimpangan
ada kelokan menarik kepintu kenangan
kenangan yang membuncahkan  rentetan kata
saling silang menyapa memainkan aksara diatas tuts-tuts keypad
dihiasi sejumlah lapiran hasrat umat
di ijabahi dalam cengkrama jeda
jeda yang memburahkan diskusi
dihiasi ornamen ukhuwah dari kawah hati
kehangatan menjelma dalam jarak display kotak komunike
membentangkan indrak menghentakan pacuan amal
di sela senandung roja…
dipersuntingkan  khusyuk munajat tangga arasy
merunduk sekawan hati… dalam trans dimensi
melarungkan do’a perjalanan
lamat-lamat cuaca mengelam
layarkan semua pinta yang ada kemuara-Nya
dan…. tak tik tuk… kurva angka menjemput
di gerbang  erangan gulita…. dan perjamuan kata pun disudahi
dalam pasukan aksara salam penutup….:)

/night 2/
…kembali berjumpa dengan kenangan malam
deburan hasrat umat menggelitikku
merayuku untuk bertandang di ruang kotak komunike
berpintukan hentakan tarian salsa jari jemari
layaknya tamu kenegaraan, dentuman hasrat telah kutata dalam protokol relasi
tanpa jeda, kita mulai meluah dengan irama dan kekata…
namun kau hadirkan sejenak variabel t dalam kebersamaan kita
jamuan berlabel tidak konsen erang mu dari ujung malam borneo
disambung gelitikan sapaan maafmu…
maaf yang menjaring munajat cinta 2 hati …
hati yang terpupuk cinta hanya Allah saja…
tidakkah itu cukup bro…mengenapkan malam kita
dengan menghadirkan tangga cinta pertama
perlahan…malam pun berkejaran dengan gulita
menyisahkan  kisah-kisah malam berikutnya…

::menanti janji keindahan profan borneo

end of maia :drizzle

May 30th, 2007 by ayatcinta

saat rintik merembesi semesta…,

selisir bayu berkejaran mendendangkan irama kelembutan
menyapu gundah….,
semoga menuai keberkahan disetiap rintiknya…
perlahan…..iramanya mulai bergemerisik….

Untuk Yang Maha Indah…,
Segala Puji Hanya untuk-Mu……
profan gemerisik hujan

nomor cinta

May 27th, 2007 by ayatcinta

semesta mengajari berjuta aksara dan pelangi rasa
sentuhannya pun masuk ke ruang keluarga, ada semburat jingga
membelai lembut, nomor-nomor cinta memainkan lakonnya nan apik
kesatria mengajari srikandi
melumat disetiap jenak nadi
melabur di sekujur rongga
menjelujur di setiap beda yang nyata
menenangkannya dengan desah bijak nan arif
melipur gundah dengan khitoh sang pandita ratu
bersama menyirami nomor-nomor cinta
agar ia nya
ranum…
, ranum yang mengalir menuju cumbuan arsy-Nya

untuk bahasa dalam beda yang nyata: setiap manusia istimewa dalam cinta dan rasa

dedicatet for my soul mate
terimaksih untuk kesabaran yang indah